Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024

Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024

Renungankatolik.id – Bacaan dan Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024, Pekan Biasa III, Warna Liturgi Hijau.

Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024

Daftar Bacaan Liturgi dan Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024 sebagai berikut:

Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024
Bacaan Pertama2 Samuel 5:1-7.10
Mazmur TanggapanMzm. 89:20.21-22.25-26
Bait Pengantar Injil2 Timotius 1:10b
Bacaan InjilMarkus 3:22-30

Renungan Katolik 22 Januari 2024

Adapun Bacaan Liturgi dan Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024 adalah sebagai berikut:

Daftar Isi

Bacaan Pertama - 2 Samuel 5:1-7.10

Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel, yakni sejak Saul memerintah atas kami.

Lagipula Tuhan telah bersabda kepadamu: “Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel”. Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana di hadapan Tuhan.

Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Pada saat menjadi raja itu, Daud berumur tiga puluh tahun; dan selanjutnya empat puluh tahun lamanya ia memerintah.

Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. Kemudian raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu.

Tetapi mereka itu berkata kepada Daud, “Engkau tidak sanggup masuk kemari! Orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke sana.

Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Maka makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertai dia.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan - Mzm. 89:20.21-22.25-26

Ref. Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai raja.

  1. Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.”
  2. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
  3. Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.

Bait Pengantar Injil - 2 Timotius 1:10b

Ref. Alleluya.

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil - Markus 3:22-30

Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem dan berkata tentang Yesus, “Ia kerasukan Beelzebul!” Ada juga yang berkata, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.

Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan sudah tamatlah riwayatnya!

Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu.

Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.

Tetapi apabila seseorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal.”

Yesus berkata demikian karena mereka bilang bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Senin 22 Januari 2024

Dalam bacaan ini, Yesus dihadapkan dengan tuduhan dan fitnah oleh ahli-ahli Taurat yang mengatakan bahwa Ia kerasukan Beelzebul, penguasa setan. Melalui perumpamaan-Nya, Yesus menunjukkan ketidalmungkinan tuduhan itu.

Hal ini mengingatkan kita akan adanya pertentangan dan fitnah yang mungkin kita alami dalam hidup kita. Meskipun kita hidup dalam integritas dan kebenaran, tetapi kita mungkin tetap dihujat atau dicap salah.

Renungkan bagaimana Yesus menerima tuduhan tersebut dengan bijaksana dan lembut, dan belajarlah untuk tidak terpengaruh oleh tuduhan atau fitnah yang mungkin ditujukan kepada kita. Tanamkan dalam hati kita bahwa yang paling penting adalah menjaga hubungan kita dengan Tuhan dan hidup sesuai dengan firman-Nya.

Yesus menggunakan perumpamaan tentang kerajaan dan rumah tangga yang terpecah untuk menekankan pentingnya persatuan dan kekuatan bersama. Ia mengingatkan kita bahwa Iblis tidak dapat mengusir Iblis.

Di dunia ini, pertentangan dan perpecahan dapat berakibat pada kerusakan dan kelemahan. Dalam konteks spiritual, hal ini mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya, kita perlu mengutamakan persatuan dan kerjasama dalam melayani Tuhan dan membangun Kerajaan-Nya.

Renungkan apakah ada perpecahan atau ketegangan dalam komunitas gereja atau relasi personalmu dan berdoalah agar kita semua dapat bersatu dan saling mendukung dalam pekerjaan Tuhan.

Yesus menegaskan bahwa semua dosa dan hujatan manusia dapat diampuni, tetapi menghujat atau mengutuk Roh Kudus adalah dosa yang kekal. Pesan ini mengingatkan kita akan pentingnya menghormati, mengasihi, dan menghargai karya Roh Kudus dalam hidup kita dan hidup orang lain.

Kita diminta untuk berhati-hati dalam berkata-kata dan menghindari sikap yang menghina atau meremehkan karya Roh Kudus di dalam diri manusia. Sebaliknya, kita diajak untuk memilih pengampunan, kasih, dan kerendahan hati sebagai balasan atas pemahaman akan kebesaran dan karya-Nya dalam hidup kita.

Renungan ini mengajak kita untuk lebih peka terhadap pertentangan, fitnah, serta perpecahan yang mungkin terjadi dalam hidup kita.

Marilah kita tetap teguh dalam kebenaran, memperkuat persatuan dalam pelayanan Tuhan, dan memilih hidup dalam pengampunan dan kasih, sebagai wujud penghargaan dan penghayatan atas karya Roh Kudus dalam kehidupan kita.

Doa Penutup

Allah Bapa kami, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah memanggil kami untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Kami mohon berilah kami keberanian untuk menanggapi panggilan-Mu dan menempuh jalan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus.

Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Demikianlah Bacaan Liturgi dan Renungan Katolik Senin 22 Januari 2024.