Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024

Daftar Isi
Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024

Renungankatolik.id – Bacaan dan Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024, Pekan Biasa ke V, Warna Liturgi Hijau.

Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024

Daftar Bacaan Liturgi dan Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024 sebagai berikut:

Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024
Bacaan Pertama1 Raja-Raja 11:4-13
Mazmur TanggapanMzm. 106:3-4.35-36.37.40
Bait Pengantar InjilAlleluya
Bacaan InjilMarkus 7:24-30

Renungan Katolik 8 Februari 2024

Adapun Bacaan Liturgi dan Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama - 1 Raja-Raja 11:4-13

Ketika Raja Salomo menjadi tua, isteri-isterinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.

Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud, ayahnya.

Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.

Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.

Sebab itu Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada Tuhan, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,

dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan Tuhan.

Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu,

maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.

Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.

Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan - Mzm. 106:3-4.35-36.37.40

Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.

  1. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan aku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat, perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari pada-Mu.
  2. Mereka malah bercampur baur dengan bangsa-bangsa itu, dan meniru kebiasaan mereka. Mereka beribadah kepada berhala-berhala para bangsa, yang menjadi perangkap bagi mereka.
  3. Mereka mengurbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kurbankan kepada roh-roh jahat. Maka berkobarlah murka Tuhan terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik pusaka-Nya.

Bait Pengantar Injil - Alleluya

Ref. Alleluya

Terimalah dengan lemah lembut sabda Allah yang tertanam dalam hatimu, sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.

Bacaan Injil - Markus 7:24-30

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia.

Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Kamis 8 Februari 2024

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, Hari ini kita mendengar tentang peristiwa yang menggugah hati di mana Yesus meninggalkan daerah Galilea dan pergi ke daerah Tirus.

Dia berusaha menjaga kedatangannya agar tidak diketahui orang banyak, tetapi kabar akan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

Dalam perjalanan-Nya ini, ada seorang ibu yang anak perempuannya kerasukan oleh roh jahat. Ibu ini, seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia, begitu bersemangat mendengar tentang Yesus sehingga dia datang dan tersungkur di depan-Nya, memohon agar Yesus mengusir setan dari anaknya.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya mungkin mengejutkan kita. Yesus menanggapi permohonan ibu ini dengan kata-kata yang terkesan tidak terlalu simpatik.

Dia mengatakan, "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

Ini mungkin tampak seperti jawaban yang kasar atau tidak menghargai pada awalnya. Tetapi perempuan itu tidak menyerah begitu saja.

Dengan kecerdasannya, dia menjawab, "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

Dia dengan bijaksana menggambarkan hubungan yang erat antara anak-anak dan hewan peliharaan mereka.

Dan karena perkataan bijaksana ini, Yesus menyadari iman yang tulus dalam hati perempuan itu. Dia menerima permohonannya dan mengucapkan perkataan yang menyembuhkan: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

Saudara-saudara, apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini? Pertama, pertemuan ini menunjukkan bahwa Yesus datang bukan hanya bagi bangsa Israel, tetapi juga untuk semua orang dari segala bangsa.

Yesus datang untuk membawa keselamatan bagi semua orang, tanpa memandang asal atau latar belakang mereka. Inilah sejatinya kasih Allah yang melampaui batas-batas manusia.

Kedua, ketekunan dan kepercayaan yang tulus kepada Yesus dapat membuahkan hasil. Meskipun Yesus mungkin menguji iman perempuan ini dengan perkataan-Nya, dia tetap berpegang teguh pada harapannya dan tidak menyerah.

Dia mampu memahami bahwa setiap kata dari Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan anaknya. Sebagai umat Kristus, kita harus belajar dari ketekunan perempuan itu dan tidak menyerah saat menghadapi tantangan dan ujian dalam hidup kita.

Ketiga, kasih dan belas kasih Tuhan tidak terbatas hanya pada umat pilihan-Nya, tetapi juga meluas kepada semua orang.

Di dalam tindakan-Nya terhadap perempuan ini, Yesus menunjukkan bahwa pengaruh-Nya yang menyembuhkan tidak dibatasi oleh batasan manusia. Kasih-Nya melampaui segala perbedaan dan memperoleh orang yang tulus hati dari segala bangsa.

Saudara-saudara, mari kita belajar dari perempuan ini untuk tidak menyerah dalam iman kita, namun terus mencari Tuhan dalam doa-doa dan harapan.

Kita juga harus mengasihi dan memperluas belas kasih kita kepada sesama, tanpa memandang asal-usul atau latar belakang mereka.

Ingatlah, kasih dan kuasa Tuhan tidak memiliki batas. Semoga melalui kepercayaan dan ketekunan kita kepada-Nya, kita dapat mengalami penyembuhan dan menjalin hubungan yang erat dengan-Nya.

Semoga Tuhan memberkati kita semua dan membantu kita memahami keagungan kasih dan kuasa Tuhan yang melampaui batas-batas manusia.

Marilah menjalani hidup kita dengan ketekunan dan kepercayaan kepada-Nya, sambil meluaskan cinta kasih kita kepada sesama.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau mencurahkan Roh-Mu kepada siapa pun yang Kaupilih dan Kauurapi. Perkenankanlah kami ikut menerima kekuatan-Nya, agar menjadi manusia sesuai dengan cita-cita-Mu.

Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Demikianlah Bacaan Liturgi dan Renungan Katolik Kamis 8 Februari 2024.